Petikan kisah...
Saya sebenarnya gadis berumur 21 tahun. dan telah kehilangan dara masa saya berumur 19 tahun…sampai sekarang saya masih lagi dgn pakwa saya. Kami memang merancang untuk bernikah. Tapi ada sedikit halangan daripada parents saya. Saya betul-betul sedih sekarang ni. macam-macam yang saya fikirkan. Fikirkan keadaan saya yang dah kehilangan dara ni.
Saya ingin mendapatkan nasihat dan pandangan . Jika saya ditakdirkan berjumpa dengan lelaki lain,adakah patut saya maklumkan pada dia yang saya sudah tiada dara lagi? atau adakah saya patut diamkan saja? jika saya diam, adakah lelaki(suami) akan tahu saya sudah hilang dara pada malam pertama kitorang? Saya buntu sangat. walaupun saya sering berdoa pada tuhan namun saya masih ingin mendapatkan pertolongan daripada orang lain yang dapat membantu.
Pandangan saya:
Salam saudari,
Soal jodoh, ajal, maut di tangan Allah swt. Manusia diberi akal untuk berusaha dan berfikir untuk memilih mana yang baik atau mana yang buruk. Saya berharap saudari segeralah bertaubat, sekiranya lelaki yang pernah berzina dengan saudari telah berubah menjadi seorang yang soleh dan mampu untuk memimpin keluarga, maka teruskanlah niat untuk berusaha bersama membina keluarga yang diredhai Allah.
Namun sekiranya sikap dan perilaku teman lelaki saudari banyak bercanggah dengan hukum syarak, maka berusahalah memberi kesedaran kepadanya. Manakala, jodoh pula mintalah Allah Bantu memberi hidayah melalui solat hajat dan istikharah.Gunakanlah pemikiran yang waras agar kita tidak terjebak semula dalam dosa dan mendapat bantuan/jodoh lain yang terbaik daripada Allah s.w.t.
Insyaallah, pintu taubat sentiasa terbuka bagi umat yang ingin kembali ke jalan Allah. Sekiranya jodoh saudari ditentukan dengan lelaki lain, maka adalah sebaiknya berterus terang akan keadaan sebenarnya,agar tidak mendatangkan masalah kemudian hari selepas berumah tangga. Seorang calon suami yang baik adalah yang sanggup menerima keadaan kita seadanya dan sedia membimbing kita menuju keredhaan Allah.
Dosa zina itu tidaklah sama. Allah SWT berfirman;
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. al-Isra’ : 32)
Perempuan yang berzina. dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan
hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. (QS. an-Nuur: 2)
Para ulama berkata, “Ini adalah hukuman bagi pezina perempuan dan laki-laki yang masih bujang, belum menikah di dunia. Jika sudah menikah walaupun baru sekali seumur hidup, maka hukuman bagi keduanya adalah dirajam dengan bebatuan sampai mati. Demikian pula telah dijelaskan dalam hadits dari Nabi SAW bahwasanya jika hukuman qishash ini belum dilaksanakan bagi keduanya di dunia dan keduanya mati dalam keadaan tidak bertaubat dari dosa zina itu niscaya keduanya akan diadzab di neraka dengan cambuk api. Dalam kitab Zabur tertulis,
“Sesungguhnya para pezina itu akan digantung pada kemaluan mereka di neraka dan akan disiksa dengan cambuk besi. Maka jika mereka melolong karena pedihnya cambukan malaikat Zabaniyah berkata, “Ke mana suara ini ketika kamu tertawa-tawa, bersuka ria dan tidak merasa diawasi oleh Allah serta tidak malu kepada-Nya.
Sedarlah, bahawa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui setiap dari amalan kita. Setiap dosa walau sebesar debu pun pasti ada balasannya di akhirat nanti. Maka bertaubatlah saudari dengan sebenar-benar taubat(taubat nasuha), semoga dibukakan jalan dan pintu rahmat untuk kehidupan saudari menempuh hari2 mendatang.
Renungkanlah:
Imam Bukhari meriwayatkan hadits tidur Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Samurah bin Jundub. Dalam hadits itu disebutkan bahwa Beliau SAW didatangi oleh malaikat Jibril dan Mikail. Beliau berkisah,
”Kami berangkat pergi sehingga sampai di suatu tempat semisal; tannur; bahagian atasnya sempit sedangkan bagian bawahnya luas. Dari situ terdengar suara gaduh dan ribut-ribut. Kami
menengoknya, ternyata disitu banyak laki-laki dan perempuan telanjang. Jika mereka dijilat api yang ada dibawahnya mereka melolong oleh panasnya yang dahsyat. Aku bertanya,; Wahai Jibril, siapakah mereka?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah para pezina perempuan dan laki-laki. Itulah adzab bagi mereka sampai tibanya hari kiamat.”
Diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Wahai sekalian orang-orang Islam, takutlah kalian dari (melakukan) zina. Sungguh padanya enam ancaman; tiga di dunia dan tiga yang lain di akhirat. Yang di dunia adalah hilangnya kharisma wajah, pendeknya umur, dan kefakiran yang berkepanjangan. Adapun yang di akhirat adalah kemurkaan Allah Tabara wa ta’ala, buruknya
hisab, dan adzab neraka.”
Kita memohon kepada Allah yang Maha Pemberi agar mengampuni semua dosa-dosa kita. Semoga Allah melimpahkan ampunan dan kesejahteraan.Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Wallahu’alam.
Showing posts with label BAHAN PROGRAM BENCI ZINA. Show all posts
Showing posts with label BAHAN PROGRAM BENCI ZINA. Show all posts
Monday, 24 January 2011
Dosa Zina... Kalau dah terlanjur
CARA BERTAUBAT DARI DOSA ZINA

Setelah kita mengetahui besarnya kejahatan dosa zina serta pengaruhnya yang dapat menghancurkan pribadi dan masyarakat, maka perlu sekali diperhatikan kewajiban untuk bertaubat dari perbuatan ini. Wajib bagi mereka yang terperosok ke dalam lembah perzinaan, yang menjadi penyebab ataupun yang membantu terjadinya perbuatan itu, untuk segera bertaubat kepada Allah dengan taubat sebenarnya. Berikut ini beberapa poin cara bertaubat dari perbuatan zina:
1. Hendaklah mereka menyesali apa yang pernah mereka lakukan dan tidak kembali lagi pada perbuatan tersebut walaupun sangat memungkinkan.
2. Tidak harus bagi mereka yang terperosok dalam lembah perzinaan, baik laki-laki ataupun perempuan untuk menyerahkan diri dan mengakui perbuatan dosa yang dilakukannya. Bahkan, cukup baginya dengan bertaubat kepada Allah dan menutup aib dirinya dengan tabir Allah azza wa jalla.
3. Jika orang yang berzina tadi masih menyimpan gambar pasangannya, rekaman suara, atau fotonya, maka hendaklah ia melepaskan diri dari itu semua. Apabila gambar atau rekaman suara tadi sudah diberikan kepada orang lain, maka hendaklah ia tidak memintanya kembali dan segera menyelamatkan diri darinya bagaimanapun caranya.
4. Apabila seorang wanita pernah direkam atau difoto, kemudian ia khawatir masalahnya akan tersebar, maka hendaklah ia segera bertaubat kepada Allah ta’ala dan tidak menjadikan hal itu sebagai penghalang antara dirinya dengan Allah ta’ala.
Bahkan, wajib baginya bertaubat kepada Allah. Janganlah ia terpengaruh oleh ancaman dan intimidasi orang lain. Allah subhanahu wa ta’ala yang akan mencukupi dan menguasai dirinya. Sungguh orang yang mengancamnya hanyalah pengecut dan penakut. Orang ini akan membongkar kejelekannya sendiri apabila menyebarkan gambar-gambar dan rekaman suara yang ada padanya.
Lalu apakah yang akan terjadi apabila ia melaksanakan ancaman itu? Manakah yang lebih mudah antara terbongkarnya kejelekan di dunia yang disertai dengan taubat nasuha ataukah terbongkarnya kejelekan di depan seluruh ummat yang menyaksikan pada hari Kiamat sehingga setelah itu ia masuk Neraka yang merupakan sejelek-jelek tempat?
5. Apabila perempuan tadi khawatir aibnya akan tersebar, maka salah satu solusi yang dapat dilakukan dalam menggapai taubat adalah meminta bantuan kepada salah seorang keluarga laki-laki yang bisa diandalkan untuk menolongnya agar terlepas dari kemaksiatan yang pernah dilakukannya. Mungkin saja bantuan keluarga itu dapat berguna dan bermanfaat baginya.
Kesimpulannya, barangsiapa yang terperosok ke dalam kubangan dosa ini hendaklah segera bertaubat dengan sebenar-benar taubat, menyerahkan semuanya kepada Allah, dan memutuskan hubungan dengan semua yang dapat mengingatkannya pada perbuatan itu. Kemudian, hendaklah ia menyesali semua yang telah dilakukannya di hadapan Rabb-nya, dengan penuh tawadlu’, merendahkan diri, dan menyerahkan semuanya kepada-Nya. Semoga dengan begitu, Allah azza wa jalla berkenan menerima taubatnya, mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukannya, dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan.
Allah ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ لاَيَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلَهًا ءَاخَرَ وَلاَيَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَيَزْنُونَ وَمَن يَّفْعَلْ ذَلِكَ يَلقَ أَثَامًا {68} يُضَاعَفُ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا {69} إِلاَّ مَنْ تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا {70}
”Dan orang-orang yang tidak menyembah Ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqon: 68-70
DOSA ZINA DAN AKIBATNYA
Zina merupakan kejahatan yang sangat besar yang memberi kesan amat buruk kepada penzina itu sendiri, khususnya dan kepada seluruh umat amnya. Di zaman sekarang di mana banyaknya saluran dan media yang berusaha menyeret kearah perbuatan keji ini, maka amat perlu untuk setiap orang mengetahui bahaya dan akibat buruk yang timbul dari dosa zina, Kita semua hendaklah lebih berhati-hati dan berwaspada agar tidak terjerumus , hatta ,walaupun hanya mendekatinya. Di antara akibat buruk dan bahaya tersebut adalah:
§ Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya agama si penzina, hilangnya sikap wara' (menjaga diri dari dosa), buruk keperibadian dan hilangnya rasa cemburu.
§ Zina membunuh rasa malu, padahal dalam Islam malu merupakan suatu hal yang amat diambil berat dan perhiasan yang sangat indah khasnya bagi wanita.
§ Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.
§ Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.
§ Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.
§ Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Allah mahupun sesama manusia.
§ Allah akan mencampakkan sifat liar di hati penzina , sehingga pandangan matanya liar dan tidak terkawal.
§ Pezina akan dipandang oleh manusia dengan pandangan mual dan tidak percaya .
§ Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dihidu oleh orang-orang yang memiliki 'qalbun salim' (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.
§ Kesempitan hati dan dada selalu meliputi para pezina. Apa yang ia dapati dalam kehidupan ini adalah sebalik dari apa yang diingininya. Ini adalah kerana, orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat kepada Allah maka Allah akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Allah tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.
§ Penzina telah mengharamkan dirinya untuk mendapat bidadari yang jelita di syurga kelak.
§ Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim, derhaka kepada orang tua, pekerjaan haram, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan boleh membawa kepada pertumpahan darah dan sihir serta dosa-dosa besar yang lain. Zina biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain sebelum atau bila berlakunya dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula.
§ Zina menghilangkan harga diri pelakunya dan merosakkan masa depannya di samping meninggalkan aib yang berpanjangan bukan sahaja kepada pelakunya malah kepada seluruh keluarganya.
§ Aib yang dicontengkan kepada pelaku zina lebih membekas dan mendalam daripada asakan akidah kafir, misalnya, kerana orang kafir yang memeluk Islam selesailah persoalannya , namun dosa zina akan benar-benar membekas dalam jiwa kerana walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia akan masih merasa berbeza dengan orang yang tidak pernah melakukannya.
§ Jika wanita yang berzina hamil dan untuk menutupi aibnya ia mengugurkan kandungannya itu maka dia telah berzina dan juga telah membunuh jiwa yang tidak berdosa . Jika dia ialah seorang wanita yang telah bersuami dan melakukan kecurangan sehingga hamil dan membiarkan anak itu lahir maka dia telah memasukkan orang asing dalam keluarganya dan keluarga suaminya sehingga anak itu mendapat hak warisan mereka tanpa disedari siapa dia sebenarnya. Amat mengerikan, naudzubillah min dzalik.
§ Perzinaan akan melahirkan generasi individu-individu yang tidak ada asal keturunan (nasab), Di mata masyarakat mereka tidak memiliki status sosial yang jelas.
§ Pezina laki-laki berarti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita.
§ Zina dapat menyemai permusuhan dan menyalakan api dendam antara keluarga wanita dengan lelaki yang telah berzina dengannya .
§ Perzinaan sangat mempengaruhi jiwa kaum keluarganya di mana mereka akan merasa jatuh martabat di mata masyarakat, sehingga kadang-kadang menyebabkan mereka tidak berani untuk mengangkat muka di hadapan orang lain.
§ Perzinaan menyebabkan menularnya penyakit-penyakit ganas seperti aids, siphilis, dan gonorhea atau kencing bernanah.
§ Perzinaan menjadikan sebab hancurnya suatu masyarakat yakni mereka semua akan dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zina yang tersebar dan yang dilakukan secara terang-terangan.
Demikianlah besarnya bahaya dosa zina, sehingga Ibnul Qayyim, ketika mengulas tentang hukuman bagi penzina, berkata:"Allah telah mengkhususkan hadd (hukuman) bagi pelaku zina dengan tiga kekhususan iaitu:
Pertama, hukuman mati secara hina (rejam) bagi pezina kemudian diringankan (bagi yang belum nikah) dengan dua jenis hukuman, hukuman fisikal yakni dirotan seratus kali dan hukuman mental dengan diasingkan selama satu tahun.
Kedua, Allah secara khusus menyebutkan larangan merasa kasihan terhadap penzina . Umumnya sifat kasihan adalah diharuskankan bahkan Allah itu Maha Pengasih namun rasa kasihan ini tidak boleh sehingga menghalang dari menjalankan syariat Allah. Hal ini ditekankan kerana orang biasanya lebih kasihan kepada penzina daripada pencuri, perompak, pemabuk dan sebagainya. Di samping itu penzinaan boleh dilakukan oleh siapa sahaja termasuk orang kelas atasan yang mempunyai kedudukan tinggi yang menyebabkan orang yang menjalankan hukuman merasa enggan dan kasihan untuk menjalankan hukuman.
Ketiga, Allah memerintahkan agar pelaksanaan hukuman zina disaksikan oleh orang-orang mukmin dengan maksud menjadi pengajaran dan memberikan kesan positif bagi kebaikant umat.
BEBERAPA PERKARA PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN
Orang yang berzina dengan banyak pasangan lebih besar dosanya daripada yang berzina hanya dengan satu orang , demikian juga orang yang melakukanya berkali-kali dosanya lebih besar daripada yang mealkukannya hanya sekali.
§ Penzina yang berani melakukan maksiat ini dengan terang-terangan lebih buruk daripada mereka yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi.
§ Berzina dengan wanita yang bersuami lebih besar dosanya daripada dengan wanita yang tidak bersuami kerana adanya unsur perbuatan zalim (terhadap suami wanita), boleh menyalakan api permusuhan dan merosak keutuhan rumah tangganya.
§ Berzina dengan jiran lebih besar dosanya daripada orang yang jauh rumahnya.
§ Berzina dengan wanita yang sedang ditinggalkan suami kerana perang (jihad) lebih besar dosanya daripada dengan wanita lain.
§ Berzina dengan wanita yang ada pertalian darah atau mahram lebih jahat dan hina daripada dengan yang tidak ada hubungan mahram.
§ Ditinjau dari segi waktu maka berzina di bulan Ramadhan, baik siangnya ataupun malamnya, lebih besar dosanya daripada waktu-waktu lain.
§ Kemudian dari segi tempat dilakukannya, maka berzina di tempat-tempat suci dan mulia lebih besar dosanya deripada tempat yang lain.
§ Pezina muhson (yang sudah bersuami atau beristeri) lebih hina daripada gadis atau jejaka, orang tua lebih buruk daripada pemuda, orang alim lebih buruk daripada yang jahil dan orang yang berkemampuan (terutama dari segi ekonomi) lebih buruk deripada orang fakir atau lemah.
BERTAUBAT
Bertaubat ini bukan khusus hanya kepada penzina, bahkan kepada sesiapa sahaja yang menunjukkan jalan untuk terjadinya zina, membantu dan memberi peluang kepada pelakunya dan siapa saja yang ikut terlibat di dalamnya. Hendaknya mereka semua segera kembali dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, menyesali apa yang pernah dilakukannya dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak kembali melakukannya. Dan yang paling penting adalah memutuskan hubungun dengan siapa sahaja dan apa sahaja yang boleh menarik ke arah perbuatan keji tersebut. Dengan demikian diharapkan Allah akan menerima taubat itu dan mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan, dan ingatlah, tidak ada istilah 'putus asa' dalam mencari rahmat Allah.
Allah berfirman, mafhumnya:
"Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (QS. 25:68-70)
Bahaya dan Akibat Buruk Zina
Zina merupakan kejahatan yang sangat besar yang memberi kesan amat buruk kepada penzina itu sendiri, khususnya dan kepada seluruh umat amnya. Di zaman sekarang di mana banyaknya saluran dan media yang berusaha menyeret kearah perbuatan keji ini, maka amat perlu untuk setiap orang mengetahui bahaya dan akibat buruk yang timbul dari dosa zina, Kita semua hendaklah lebih berhati-hati dan berwaspada agar tidak terjerumus , hatta ,walaupun hanya mendekatinya. Di antara akibat buruk dan bahaya tersebut adalah:
§ Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya agama si penzina, hilangnya sikap wara' (menjaga diri dari dosa), buruk keperibadian dan hilangnya rasa cemburu.
§ Zina membunuh rasa malu, padahal dalam Islam malu merupakan suatu hal yang amat diambil berat dan perhiasan yang sangat indah khasnya bagi wanita.
§ Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.
§ Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.
§ Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.
§ Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Allah mahupun sesama manusia.
§ Allah akan mencampakkan sifat liar di hati penzina , sehingga pandangan matanya liar dan tidak terkawal.
§ Pezina akan dipandang oleh manusia dengan pandangan mual dan tidak percaya .
§ Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dihidu oleh orang-orang yang memiliki 'qalbun salim' (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.
§ Kesempitan hati dan dada selalu meliputi para pezina. Apa yang ia dapati dalam kehidupan ini adalah sebalik dari apa yang diingininya. Ini adalah kerana, orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat kepada Allah maka Allah akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Allah tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.
§ Penzina telah mengharamkan dirinya untuk mendapat bidadari yang jelita di syurga kelak.
§ Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim, derhaka kepada orang tua, pekerjaan haram, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan boleh membawa kepada pertumpahan darah dan sihir serta dosa-dosa besar yang lain. Zina biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain sebelum atau bila berlakunya dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula.
§ Zina menghilangkan harga diri pelakunya dan merosakkan masa depannya di samping meninggalkan aib yang berpanjangan bukan sahaja kepada pelakunya malah kepada seluruh keluarganya.
§ Aib yang dicontengkan kepada pelaku zina lebih membekas dan mendalam daripada asakan akidah kafir, misalnya, kerana orang kafir yang memeluk Islam selesailah persoalannya , namun dosa zina akan benar-benar membekas dalam jiwa kerana walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia akan masih merasa berbeza dengan orang yang tidak pernah melakukannya.
§ Jika wanita yang berzina hamil dan untuk menutupi aibnya ia mengugurkan kandungannya itu maka dia telah berzina dan juga telah membunuh jiwa yang tidak berdosa . Jika dia ialah seorang wanita yang telah bersuami dan melakukan kecurangan sehingga hamil dan membiarkan anak itu lahir maka dia telah memasukkan orang asing dalam keluarganya dan keluarga suaminya sehingga anak itu mendapat hak warisan mereka tanpa disedari siapa dia sebenarnya. Amat mengerikan, naudzubillah min dzalik.
§ Perzinaan akan melahirkan generasi individu-individu yang tidak ada asal keturunan (nasab), Di mata masyarakat mereka tidak memiliki status sosial yang jelas.
§ Pezina laki-laki berarti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita.
§ Zina dapat menyemai permusuhan dan menyalakan api dendam antara keluarga wanita dengan lelaki yang telah berzina dengannya .
§ Perzinaan sangat mempengaruhi jiwa kaum keluarganya di mana mereka akan merasa jatuh martabat di mata masyarakat, sehingga kadang-kadang menyebabkan mereka tidak berani untuk mengangkat muka di hadapan orang lain.
§ Perzinaan menyebabkan menularnya penyakit-penyakit ganas seperti aids, siphilis, dan gonorhea atau kencing bernanah.
§ Perzinaan menjadikan sebab hancurnya suatu masyarakat yakni mereka semua akan dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zina yang tersebar dan yang dilakukan secara terang-terangan.
Demikianlah besarnya bahaya dosa zina, sehingga Ibnul Qayyim, ketika mengulas tentang hukuman bagi penzina, berkata:"Allah telah mengkhususkan hadd (hukuman) bagi pelaku zina dengan tiga kekhususan iaitu:
Pertama, hukuman mati secara hina (rejam) bagi pezina kemudian diringankan (bagi yang belum nikah) dengan dua jenis hukuman, hukuman fisikal yakni dirotan seratus kali dan hukuman mental dengan diasingkan selama satu tahun.
Kedua, Allah secara khusus menyebutkan larangan merasa kasihan terhadap penzina . Umumnya sifat kasihan adalah diharuskankan bahkan Allah itu Maha Pengasih namun rasa kasihan ini tidak boleh sehingga menghalang dari menjalankan syariat Allah. Hal ini ditekankan kerana orang biasanya lebih kasihan kepada penzina daripada pencuri, perompak, pemabuk dan sebagainya. Di samping itu penzinaan boleh dilakukan oleh siapa sahaja termasuk orang kelas atasan yang mempunyai kedudukan tinggi yang menyebabkan orang yang menjalankan hukuman merasa enggan dan kasihan untuk menjalankan hukuman.
Ketiga, Allah memerintahkan agar pelaksanaan hukuman zina disaksikan oleh orang-orang mukmin dengan maksud menjadi pengajaran dan memberikan kesan positif bagi kebaikant umat.
BEBERAPA PERKARA PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN
Orang yang berzina dengan banyak pasangan lebih besar dosanya daripada yang berzina hanya dengan satu orang , demikian juga orang yang melakukanya berkali-kali dosanya lebih besar daripada yang mealkukannya hanya sekali.
§ Penzina yang berani melakukan maksiat ini dengan terang-terangan lebih buruk daripada mereka yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi.
§ Berzina dengan wanita yang bersuami lebih besar dosanya daripada dengan wanita yang tidak bersuami kerana adanya unsur perbuatan zalim (terhadap suami wanita), boleh menyalakan api permusuhan dan merosak keutuhan rumah tangganya.
§ Berzina dengan jiran lebih besar dosanya daripada orang yang jauh rumahnya.
§ Berzina dengan wanita yang sedang ditinggalkan suami kerana perang (jihad) lebih besar dosanya daripada dengan wanita lain.
§ Berzina dengan wanita yang ada pertalian darah atau mahram lebih jahat dan hina daripada dengan yang tidak ada hubungan mahram.
§ Ditinjau dari segi waktu maka berzina di bulan Ramadhan, baik siangnya ataupun malamnya, lebih besar dosanya daripada waktu-waktu lain.
§ Kemudian dari segi tempat dilakukannya, maka berzina di tempat-tempat suci dan mulia lebih besar dosanya deripada tempat yang lain.
§ Pezina muhson (yang sudah bersuami atau beristeri) lebih hina daripada gadis atau jejaka, orang tua lebih buruk daripada pemuda, orang alim lebih buruk daripada yang jahil dan orang yang berkemampuan (terutama dari segi ekonomi) lebih buruk deripada orang fakir atau lemah.
BERTAUBAT
Bertaubat ini bukan khusus hanya kepada penzina, bahkan kepada sesiapa sahaja yang menunjukkan jalan untuk terjadinya zina, membantu dan memberi peluang kepada pelakunya dan siapa saja yang ikut terlibat di dalamnya. Hendaknya mereka semua segera kembali dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, menyesali apa yang pernah dilakukannya dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak kembali melakukannya. Dan yang paling penting adalah memutuskan hubungun dengan siapa sahaja dan apa sahaja yang boleh menarik ke arah perbuatan keji tersebut. Dengan demikian diharapkan Allah akan menerima taubat itu dan mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan, dan ingatlah, tidak ada istilah 'putus asa' dalam mencari rahmat Allah.
Allah berfirman, mafhumnya:
"Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (QS. 25:68-70)
Disaring dari risalah Daarul Wathan judul Min mafasid az-zina, karya Muhammad bin Ibrahim al Hamd.
§ Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya agama si penzina, hilangnya sikap wara' (menjaga diri dari dosa), buruk keperibadian dan hilangnya rasa cemburu.
§ Zina membunuh rasa malu, padahal dalam Islam malu merupakan suatu hal yang amat diambil berat dan perhiasan yang sangat indah khasnya bagi wanita.
§ Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.
§ Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.
§ Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.
§ Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Allah mahupun sesama manusia.
§ Allah akan mencampakkan sifat liar di hati penzina , sehingga pandangan matanya liar dan tidak terkawal.
§ Pezina akan dipandang oleh manusia dengan pandangan mual dan tidak percaya .
§ Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dihidu oleh orang-orang yang memiliki 'qalbun salim' (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.
§ Kesempitan hati dan dada selalu meliputi para pezina. Apa yang ia dapati dalam kehidupan ini adalah sebalik dari apa yang diingininya. Ini adalah kerana, orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat kepada Allah maka Allah akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Allah tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.
§ Penzina telah mengharamkan dirinya untuk mendapat bidadari yang jelita di syurga kelak.
§ Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim, derhaka kepada orang tua, pekerjaan haram, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan boleh membawa kepada pertumpahan darah dan sihir serta dosa-dosa besar yang lain. Zina biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain sebelum atau bila berlakunya dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula.
§ Zina menghilangkan harga diri pelakunya dan merosakkan masa depannya di samping meninggalkan aib yang berpanjangan bukan sahaja kepada pelakunya malah kepada seluruh keluarganya.
§ Aib yang dicontengkan kepada pelaku zina lebih membekas dan mendalam daripada asakan akidah kafir, misalnya, kerana orang kafir yang memeluk Islam selesailah persoalannya , namun dosa zina akan benar-benar membekas dalam jiwa kerana walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia akan masih merasa berbeza dengan orang yang tidak pernah melakukannya.
§ Jika wanita yang berzina hamil dan untuk menutupi aibnya ia mengugurkan kandungannya itu maka dia telah berzina dan juga telah membunuh jiwa yang tidak berdosa . Jika dia ialah seorang wanita yang telah bersuami dan melakukan kecurangan sehingga hamil dan membiarkan anak itu lahir maka dia telah memasukkan orang asing dalam keluarganya dan keluarga suaminya sehingga anak itu mendapat hak warisan mereka tanpa disedari siapa dia sebenarnya. Amat mengerikan, naudzubillah min dzalik.
§ Perzinaan akan melahirkan generasi individu-individu yang tidak ada asal keturunan (nasab), Di mata masyarakat mereka tidak memiliki status sosial yang jelas.
§ Pezina laki-laki berarti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita.
§ Zina dapat menyemai permusuhan dan menyalakan api dendam antara keluarga wanita dengan lelaki yang telah berzina dengannya .
§ Perzinaan sangat mempengaruhi jiwa kaum keluarganya di mana mereka akan merasa jatuh martabat di mata masyarakat, sehingga kadang-kadang menyebabkan mereka tidak berani untuk mengangkat muka di hadapan orang lain.
§ Perzinaan menyebabkan menularnya penyakit-penyakit ganas seperti aids, siphilis, dan gonorhea atau kencing bernanah.
§ Perzinaan menjadikan sebab hancurnya suatu masyarakat yakni mereka semua akan dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zina yang tersebar dan yang dilakukan secara terang-terangan.
Demikianlah besarnya bahaya dosa zina, sehingga Ibnul Qayyim, ketika mengulas tentang hukuman bagi penzina, berkata:"Allah telah mengkhususkan hadd (hukuman) bagi pelaku zina dengan tiga kekhususan iaitu:
Pertama, hukuman mati secara hina (rejam) bagi pezina kemudian diringankan (bagi yang belum nikah) dengan dua jenis hukuman, hukuman fisikal yakni dirotan seratus kali dan hukuman mental dengan diasingkan selama satu tahun.
Kedua, Allah secara khusus menyebutkan larangan merasa kasihan terhadap penzina . Umumnya sifat kasihan adalah diharuskankan bahkan Allah itu Maha Pengasih namun rasa kasihan ini tidak boleh sehingga menghalang dari menjalankan syariat Allah. Hal ini ditekankan kerana orang biasanya lebih kasihan kepada penzina daripada pencuri, perompak, pemabuk dan sebagainya. Di samping itu penzinaan boleh dilakukan oleh siapa sahaja termasuk orang kelas atasan yang mempunyai kedudukan tinggi yang menyebabkan orang yang menjalankan hukuman merasa enggan dan kasihan untuk menjalankan hukuman.
Ketiga, Allah memerintahkan agar pelaksanaan hukuman zina disaksikan oleh orang-orang mukmin dengan maksud menjadi pengajaran dan memberikan kesan positif bagi kebaikant umat.
BEBERAPA PERKARA PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN
Orang yang berzina dengan banyak pasangan lebih besar dosanya daripada yang berzina hanya dengan satu orang , demikian juga orang yang melakukanya berkali-kali dosanya lebih besar daripada yang mealkukannya hanya sekali.
§ Penzina yang berani melakukan maksiat ini dengan terang-terangan lebih buruk daripada mereka yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi.
§ Berzina dengan wanita yang bersuami lebih besar dosanya daripada dengan wanita yang tidak bersuami kerana adanya unsur perbuatan zalim (terhadap suami wanita), boleh menyalakan api permusuhan dan merosak keutuhan rumah tangganya.
§ Berzina dengan jiran lebih besar dosanya daripada orang yang jauh rumahnya.
§ Berzina dengan wanita yang sedang ditinggalkan suami kerana perang (jihad) lebih besar dosanya daripada dengan wanita lain.
§ Berzina dengan wanita yang ada pertalian darah atau mahram lebih jahat dan hina daripada dengan yang tidak ada hubungan mahram.
§ Ditinjau dari segi waktu maka berzina di bulan Ramadhan, baik siangnya ataupun malamnya, lebih besar dosanya daripada waktu-waktu lain.
§ Kemudian dari segi tempat dilakukannya, maka berzina di tempat-tempat suci dan mulia lebih besar dosanya deripada tempat yang lain.
§ Pezina muhson (yang sudah bersuami atau beristeri) lebih hina daripada gadis atau jejaka, orang tua lebih buruk daripada pemuda, orang alim lebih buruk daripada yang jahil dan orang yang berkemampuan (terutama dari segi ekonomi) lebih buruk deripada orang fakir atau lemah.
BERTAUBAT
Bertaubat ini bukan khusus hanya kepada penzina, bahkan kepada sesiapa sahaja yang menunjukkan jalan untuk terjadinya zina, membantu dan memberi peluang kepada pelakunya dan siapa saja yang ikut terlibat di dalamnya. Hendaknya mereka semua segera kembali dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, menyesali apa yang pernah dilakukannya dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak kembali melakukannya. Dan yang paling penting adalah memutuskan hubungun dengan siapa sahaja dan apa sahaja yang boleh menarik ke arah perbuatan keji tersebut. Dengan demikian diharapkan Allah akan menerima taubat itu dan mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan, dan ingatlah, tidak ada istilah 'putus asa' dalam mencari rahmat Allah.
Allah berfirman, mafhumnya:
"Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (QS. 25:68-70)
Bahaya dan Akibat Buruk Zina
Zina merupakan kejahatan yang sangat besar yang memberi kesan amat buruk kepada penzina itu sendiri, khususnya dan kepada seluruh umat amnya. Di zaman sekarang di mana banyaknya saluran dan media yang berusaha menyeret kearah perbuatan keji ini, maka amat perlu untuk setiap orang mengetahui bahaya dan akibat buruk yang timbul dari dosa zina, Kita semua hendaklah lebih berhati-hati dan berwaspada agar tidak terjerumus , hatta ,walaupun hanya mendekatinya. Di antara akibat buruk dan bahaya tersebut adalah:
§ Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya agama si penzina, hilangnya sikap wara' (menjaga diri dari dosa), buruk keperibadian dan hilangnya rasa cemburu.
§ Zina membunuh rasa malu, padahal dalam Islam malu merupakan suatu hal yang amat diambil berat dan perhiasan yang sangat indah khasnya bagi wanita.
§ Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.
§ Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.
§ Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.
§ Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Allah mahupun sesama manusia.
§ Allah akan mencampakkan sifat liar di hati penzina , sehingga pandangan matanya liar dan tidak terkawal.
§ Pezina akan dipandang oleh manusia dengan pandangan mual dan tidak percaya .
§ Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dihidu oleh orang-orang yang memiliki 'qalbun salim' (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.
§ Kesempitan hati dan dada selalu meliputi para pezina. Apa yang ia dapati dalam kehidupan ini adalah sebalik dari apa yang diingininya. Ini adalah kerana, orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat kepada Allah maka Allah akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Allah tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.
§ Penzina telah mengharamkan dirinya untuk mendapat bidadari yang jelita di syurga kelak.
§ Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim, derhaka kepada orang tua, pekerjaan haram, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan boleh membawa kepada pertumpahan darah dan sihir serta dosa-dosa besar yang lain. Zina biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain sebelum atau bila berlakunya dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula.
§ Zina menghilangkan harga diri pelakunya dan merosakkan masa depannya di samping meninggalkan aib yang berpanjangan bukan sahaja kepada pelakunya malah kepada seluruh keluarganya.
§ Aib yang dicontengkan kepada pelaku zina lebih membekas dan mendalam daripada asakan akidah kafir, misalnya, kerana orang kafir yang memeluk Islam selesailah persoalannya , namun dosa zina akan benar-benar membekas dalam jiwa kerana walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia akan masih merasa berbeza dengan orang yang tidak pernah melakukannya.
§ Jika wanita yang berzina hamil dan untuk menutupi aibnya ia mengugurkan kandungannya itu maka dia telah berzina dan juga telah membunuh jiwa yang tidak berdosa . Jika dia ialah seorang wanita yang telah bersuami dan melakukan kecurangan sehingga hamil dan membiarkan anak itu lahir maka dia telah memasukkan orang asing dalam keluarganya dan keluarga suaminya sehingga anak itu mendapat hak warisan mereka tanpa disedari siapa dia sebenarnya. Amat mengerikan, naudzubillah min dzalik.
§ Perzinaan akan melahirkan generasi individu-individu yang tidak ada asal keturunan (nasab), Di mata masyarakat mereka tidak memiliki status sosial yang jelas.
§ Pezina laki-laki berarti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita.
§ Zina dapat menyemai permusuhan dan menyalakan api dendam antara keluarga wanita dengan lelaki yang telah berzina dengannya .
§ Perzinaan sangat mempengaruhi jiwa kaum keluarganya di mana mereka akan merasa jatuh martabat di mata masyarakat, sehingga kadang-kadang menyebabkan mereka tidak berani untuk mengangkat muka di hadapan orang lain.
§ Perzinaan menyebabkan menularnya penyakit-penyakit ganas seperti aids, siphilis, dan gonorhea atau kencing bernanah.
§ Perzinaan menjadikan sebab hancurnya suatu masyarakat yakni mereka semua akan dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zina yang tersebar dan yang dilakukan secara terang-terangan.
Demikianlah besarnya bahaya dosa zina, sehingga Ibnul Qayyim, ketika mengulas tentang hukuman bagi penzina, berkata:"Allah telah mengkhususkan hadd (hukuman) bagi pelaku zina dengan tiga kekhususan iaitu:
Pertama, hukuman mati secara hina (rejam) bagi pezina kemudian diringankan (bagi yang belum nikah) dengan dua jenis hukuman, hukuman fisikal yakni dirotan seratus kali dan hukuman mental dengan diasingkan selama satu tahun.
Kedua, Allah secara khusus menyebutkan larangan merasa kasihan terhadap penzina . Umumnya sifat kasihan adalah diharuskankan bahkan Allah itu Maha Pengasih namun rasa kasihan ini tidak boleh sehingga menghalang dari menjalankan syariat Allah. Hal ini ditekankan kerana orang biasanya lebih kasihan kepada penzina daripada pencuri, perompak, pemabuk dan sebagainya. Di samping itu penzinaan boleh dilakukan oleh siapa sahaja termasuk orang kelas atasan yang mempunyai kedudukan tinggi yang menyebabkan orang yang menjalankan hukuman merasa enggan dan kasihan untuk menjalankan hukuman.
Ketiga, Allah memerintahkan agar pelaksanaan hukuman zina disaksikan oleh orang-orang mukmin dengan maksud menjadi pengajaran dan memberikan kesan positif bagi kebaikant umat.
BEBERAPA PERKARA PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN
Orang yang berzina dengan banyak pasangan lebih besar dosanya daripada yang berzina hanya dengan satu orang , demikian juga orang yang melakukanya berkali-kali dosanya lebih besar daripada yang mealkukannya hanya sekali.
§ Penzina yang berani melakukan maksiat ini dengan terang-terangan lebih buruk daripada mereka yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi.
§ Berzina dengan wanita yang bersuami lebih besar dosanya daripada dengan wanita yang tidak bersuami kerana adanya unsur perbuatan zalim (terhadap suami wanita), boleh menyalakan api permusuhan dan merosak keutuhan rumah tangganya.
§ Berzina dengan jiran lebih besar dosanya daripada orang yang jauh rumahnya.
§ Berzina dengan wanita yang sedang ditinggalkan suami kerana perang (jihad) lebih besar dosanya daripada dengan wanita lain.
§ Berzina dengan wanita yang ada pertalian darah atau mahram lebih jahat dan hina daripada dengan yang tidak ada hubungan mahram.
§ Ditinjau dari segi waktu maka berzina di bulan Ramadhan, baik siangnya ataupun malamnya, lebih besar dosanya daripada waktu-waktu lain.
§ Kemudian dari segi tempat dilakukannya, maka berzina di tempat-tempat suci dan mulia lebih besar dosanya deripada tempat yang lain.
§ Pezina muhson (yang sudah bersuami atau beristeri) lebih hina daripada gadis atau jejaka, orang tua lebih buruk daripada pemuda, orang alim lebih buruk daripada yang jahil dan orang yang berkemampuan (terutama dari segi ekonomi) lebih buruk deripada orang fakir atau lemah.
BERTAUBAT
Bertaubat ini bukan khusus hanya kepada penzina, bahkan kepada sesiapa sahaja yang menunjukkan jalan untuk terjadinya zina, membantu dan memberi peluang kepada pelakunya dan siapa saja yang ikut terlibat di dalamnya. Hendaknya mereka semua segera kembali dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, menyesali apa yang pernah dilakukannya dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak kembali melakukannya. Dan yang paling penting adalah memutuskan hubungun dengan siapa sahaja dan apa sahaja yang boleh menarik ke arah perbuatan keji tersebut. Dengan demikian diharapkan Allah akan menerima taubat itu dan mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan, dan ingatlah, tidak ada istilah 'putus asa' dalam mencari rahmat Allah.
Allah berfirman, mafhumnya:
"Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (QS. 25:68-70)
Disaring dari risalah Daarul Wathan judul Min mafasid az-zina, karya Muhammad bin Ibrahim al Hamd.
Bagaimana Cara Bertobat dari Dosa ZINA?
Jika ada orang yang berkali-kali berbuat zina dengan orang yang sama dan kemudian keduanya menikah serta ingin bertobat dari kesalahannya, bagaimanakah caranya menurut Islam? Jika perzinahan itu dilakukan saat Ramadhan, bagaimana pula cara mengganti puasanya?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu saya ingin mengungkapkan keprihatinan atas maraknya kasus perzinahan yang terungkap media saat ini. Marilah kita sama-sama memohon perlindungan pada Allah Swt. agar hal tersebut tidak menjadi pola hidup generasi kita. Perlu diingatkan kembali bahwa kita telah diperintahkan untuk menjauhi hal-hal yang dapat mendekatkan diri pada perbuatan zinah, seperti nonton VCD porno, pacaran, dan lain sebagainya.
Kita ketahui bersama bahwa perzinahan merupakan dosa besar. Namun demikian, kesempatan untuk bertobat dari dosa akan selalu terbuka. Dalam hadits Qudsi disebutkan, “Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian selalu berbuat dosa pada malam dan siang hari, sedang Aku mengampuni dosa-dosa semuanya. Oleh karena itu, mohonlah ampun kepada-Ku, niscaya aku akan mengampuni kalian.” (H.R. Muslim)
Sebagian ulama mengartikan taubat sebagai kembalinya seseorang dari sesuatu yang tercela menuju sifat yang terpuji, dari larangan Allah menuju perintah-perintah-Nya, dari maksiat menuju taat, serta dari segala yang dibenci Allah menuju rido-Nya. Untuk itu, ada tiga syarat pokok taubat yang harus dipenuhi, yakni:
1. Harus menghentikan maksiat.
2. Harus diikuti penyesalan yang mendalam.
3. Berniat dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya.
Jika dosa tersebut berhubungan dengan Allah, misalnya lalai dalam beribadah, maka mohonkanlah ampun kepada-Nya dan perbaikilah kesalahan tersebut. Jika dosa tersebut menyangkut orang lain, setelah memohon ampun pada Allah, mintalah maaf pada orang yang bersangkutan. Untuk dosa yang terkait dengan masalah hukum hudud (seperti zina dan sejenisnya), maka taubat harus diiringi dengan kesiapan untuk menerima hukuman sesuai dengan syariat Islam.
Bagi orang yang berzina dalam keadaan sudah pernah menikah, hukumannya adalah rajam (dilempar batu hingga mati di hadapan umum). Bila yang berzina itu belum pernah menikah sebelumnya, hukumannya hanya dicambuk 100 kali. Sebagian ulama menambahkan dengan mengasingkannya selama setahun.
Namun demikian, yang menjadi ukuran (saat ini) bukan terlaksananya hukum tersebut melainkan kesiapan bila eksekusi hukum itu dijalankan. Kalau pun seseorang hidup di luar sistem hukum Islam (sehingga hukum hudud tidak bisa terlaksana), maka tanggung jawab ada pada pihak-pihak yang berkompoten untuk melaksanakan hukum tersebut.
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu saya ingin mengungkapkan keprihatinan atas maraknya kasus perzinahan yang terungkap media saat ini. Marilah kita sama-sama memohon perlindungan pada Allah Swt. agar hal tersebut tidak menjadi pola hidup generasi kita. Perlu diingatkan kembali bahwa kita telah diperintahkan untuk menjauhi hal-hal yang dapat mendekatkan diri pada perbuatan zinah, seperti nonton VCD porno, pacaran, dan lain sebagainya.
Kita ketahui bersama bahwa perzinahan merupakan dosa besar. Namun demikian, kesempatan untuk bertobat dari dosa akan selalu terbuka. Dalam hadits Qudsi disebutkan, “Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian selalu berbuat dosa pada malam dan siang hari, sedang Aku mengampuni dosa-dosa semuanya. Oleh karena itu, mohonlah ampun kepada-Ku, niscaya aku akan mengampuni kalian.” (H.R. Muslim)
Sebagian ulama mengartikan taubat sebagai kembalinya seseorang dari sesuatu yang tercela menuju sifat yang terpuji, dari larangan Allah menuju perintah-perintah-Nya, dari maksiat menuju taat, serta dari segala yang dibenci Allah menuju rido-Nya. Untuk itu, ada tiga syarat pokok taubat yang harus dipenuhi, yakni:
1. Harus menghentikan maksiat.
2. Harus diikuti penyesalan yang mendalam.
3. Berniat dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya.
Jika dosa tersebut berhubungan dengan Allah, misalnya lalai dalam beribadah, maka mohonkanlah ampun kepada-Nya dan perbaikilah kesalahan tersebut. Jika dosa tersebut menyangkut orang lain, setelah memohon ampun pada Allah, mintalah maaf pada orang yang bersangkutan. Untuk dosa yang terkait dengan masalah hukum hudud (seperti zina dan sejenisnya), maka taubat harus diiringi dengan kesiapan untuk menerima hukuman sesuai dengan syariat Islam.
Bagi orang yang berzina dalam keadaan sudah pernah menikah, hukumannya adalah rajam (dilempar batu hingga mati di hadapan umum). Bila yang berzina itu belum pernah menikah sebelumnya, hukumannya hanya dicambuk 100 kali. Sebagian ulama menambahkan dengan mengasingkannya selama setahun.
Namun demikian, yang menjadi ukuran (saat ini) bukan terlaksananya hukum tersebut melainkan kesiapan bila eksekusi hukum itu dijalankan. Kalau pun seseorang hidup di luar sistem hukum Islam (sehingga hukum hudud tidak bisa terlaksana), maka tanggung jawab ada pada pihak-pihak yang berkompoten untuk melaksanakan hukum tersebut.
Perlakuan Zina Mengundang Bencana, Kemelaratan
Oleh Hashim Ahmad
MEREKA yang melakukan zina sebenarnya ditunggangi iblis laknatullah yang sentiasa mengajak manusia melakukan perkara ditegah dan bertentangan dengan ajaran Islam. Penzina ibarat manusia berperangai tidak ubah seperti haiwan.
Firman Allah yang bermaksud: "Janganlah kamu hampiri akan pekerjaan zina, sesungguhnya (perbuatan zina itu) tersangat keji dan jalan yang sesat."
Zina menyebabkan kebanyakan pelakunya mendapat pelbagai penyakit, bencana dan kemelaratan. Tidak kurang menghadapi masalah rumah tangga apabila perbuatan itu diketahui pasangan masing-masing.
Perbuatan berdosa besar itu sudah nyata ditegah agama, namun yang menyedihkan, ia berlaku di kalangan umat Islam. Selain dilakukan dengan pelacur atau perempuan simpanan, hubungan dilarang agama itu berlaku antara abang ipar dan adik ipar, anak tiri bersama ibu atau bapa tiri, begitu juga adik beradik.
Memandangkan perbuatan zina tersangat keji lagi terkutuk, maka Allah memerintahkan kepada kerajaan Islam supaya mereka yang melakukannya hendaklah dihukum dengan seratus sebatan.
Firman Allah yang bermaksud: "Perempuan dan lelaki yang berzina, hendaklah kedua-duanya dipukul masing-masing seratus pukulan. Janganlah sayang terhadap keduanya dalam menjalankan agama (undang-undang) Allah, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Hendaklah hadir ketika hukuman dijalankan keduanya satu golongan daripada orang beriman." (Surah An-Nur, ayat 2)
Di dunia ini saja sudah begitu hebat deraan yang akan diterima orang yang berzina itu, apatah lagi hukuman, kutukan dan balasan Allah di akhirat kelak. Gambaran hukuman itu sudah diperlihatkan kepada Nabi SAW sewaktu Israk dan Mikraj.
Pada masa Israk dan Mikraj, Nabi SAW melihat beberapa manusia yang terdiri daripada lelaki dan perempuan, di hadapan mereka terletak dua bekas berisi daging. Satu bekas berisi daging sudah dimasak lagi bersih dan satu bekas lagi berisi daging busuk lagi berulat.
Bagi manusia itu dengan pantas terus mengambil lalu memakan daging yang busuk lagi berulat dengan sedikit pun tidak berasa geli dan kotor. Sebaliknya daging bersih itu langsung tidak disentuhnya.
Inilah gambaran kepada mereka yang sudah mempunyai isteri atau suami yang halal, tetapi masih suka melakukan persetubuhan haram dengan pelacur, perempuan atau lelaki bukan muhrimnya.
Nabi SAW juga diperlihatkan dengan satu kumpulan manusia terdiri daripada lelaki dan perempuan yang sangat hebat penyeksaan dan keazaban ditimpakan Tuhan terhadapnya. Mereka ini digantung dengan rantai api neraka pada buah dadanya.
Sedangkan pada farajnya keluar nanah dan darah yang sangat busuk sehingga isi (penghuni) neraka sendiri mengeluh dan mengharapkan mereka ini dipindahkan (dijauhkan) daripadanya. Demikianlah balasan bagi mereka yang ketika hidupnya menjadi pelacur dan berzina.
Nabi SAW juga menerangkan bagaimana dahsyatnya seksaan bagi orang melakukan zina dengan sabdanya yang bermaksud: "Jauhilah kamu akan zina kerana kecelakaan empat macam: hilang cahaya pada mukanya, disempitkan rezekinya, kemurkaan Allah atasnya dan menyebabkan kecelakaan di dalam neraka." (Hadis riwayat At-Thabarani)
Pada akhirat kelak, Tuhan sangat murka ke atas orang ini dan mereka akan diseret ke neraka dengan rantai. Sesungguhnya hadis di atas menggambarkan betapa ngeri dan azabnya seksaan yang akan diterima orang melakukan perbuatan durjana itu.
Oleh itu, wajiblah kita menjauhi dan elakkan daripada melakukan perbuatan yang tidak disukai lagi terkutuk ini. Sama-samalah kita menjauhi sebab musabab atau punca perbuatan zina antaranya pergaulan bebas.
Pergaulan tidak mempunyai batasan atau sempadan antara pemuda dan pemudi serta antara lelaki dan perempuan, sesungguhnya sangat berbahaya.
Sabda Nabi SAW yang bermaksud: "Jauhilah oleh kamu bersunyi-sunyi dengan perempuan. Demi Allah tidak bersunyi dari seorang lelaki dengan seorang perempuan melainkan masuklah syaitan di antara keduanya. Dan bahawa bersentuhan seorang lelaki akan bayi yang berkubang dengan tanah lumpur lebih baik baginya daripada bersentuh bahu dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya." (Hadis riwayat At-Thabarani)
Begitulah kuatnya larangan mengenai pergaulan bebas antara pemuda dan pemudi atau lelaki dan perempuan, sedangkan maksiat itu sedang menjadi-jadi di setengah-tengah tempat sama ada di kampung-kampung serta bandar.
Menyedari hakikat azab dan seksanya orang melakukan perbuatan zina, maka wajib bagi setiap orang Muslim menjauhinya. Bagi ibu bapa, mereka hendaklah memberikan didikan keagamaan secukupnya kepada anak dan keluarga.
Namun yang menyedihkan, ada antara mereka yang terbabit dalam perlakuan itu, apabila tegur atau dinasihati bukan saja tidak mengendahkan, bahkan mereka menempelak dan mengatakan yang memberi nasihat atau teguran itu sudah ketinggalan zaman.
Sememangnya hebat dan dahsyat benar pembalasan kepada orang yang melakukan perbuatan zina ini sehingga Allah pernah menerangkan bagaimana penyeksaan yang akan diterima oleh anggota tubuh pada hari akhirat kelak.
Firman Allah yang bermaksud: "Pada hari ini akan dikuncikan mulut mereka dan akan berbicara serta bersaksilah tangan mereka (kira-kira katanya: Akulah yang memegang perempuan itu) dan menyaksikan kaki-kaki mereka, (Katanya, akulah yang berjalan pergi ke tempat pelacuran itu), dengan apa -apa yang dilakukan masing-masing." (Surah Yasin, ayat 65)
Menyedari hakikat azab dan seksanya orang yang melakukan perbuatan zina, maka wajiblah bagi setiap orang Muslim menjauhinya. Bagi ibu bapa, mereka hendaklah memberikan didikan keagamaan secukupnya kepada anak dan keluarga.
Dapatkan senaskah buku Malam Pertama Di Alam Kubur Secara PERCUMA. Sila klik untuk informasi lanjut
Assalamualaikum wbt. Alhamdulillah kerana sudi membaca artikel diatas. Sila lawati ke halaman utama untuk membaca lebih 1642 artikel yang terdapat disini. Jangan lupa berkongsi artikel diatas bersama anggota keluarga, saudara mara dan rakan taulan anda. Jika anda ingin memberi pendapat atau teguran, sila email kami di admin[at]mukmin.com.my, Insyallah kami berlapang dada untuk membacanya. Semoga kita dapat ambil manafaat bersama dengan Portal Mukmin ini. Insyallah.
Kembali Ke Halaman Utama | Papar Semua Tajuk Dibawah Kategori Yang Sama | Berkongsi Artikel Dengan Rakan Lain | Sertai Facebook Mukmin Portal
MEREKA yang melakukan zina sebenarnya ditunggangi iblis laknatullah yang sentiasa mengajak manusia melakukan perkara ditegah dan bertentangan dengan ajaran Islam. Penzina ibarat manusia berperangai tidak ubah seperti haiwan.
Firman Allah yang bermaksud: "Janganlah kamu hampiri akan pekerjaan zina, sesungguhnya (perbuatan zina itu) tersangat keji dan jalan yang sesat."
Zina menyebabkan kebanyakan pelakunya mendapat pelbagai penyakit, bencana dan kemelaratan. Tidak kurang menghadapi masalah rumah tangga apabila perbuatan itu diketahui pasangan masing-masing.
Perbuatan berdosa besar itu sudah nyata ditegah agama, namun yang menyedihkan, ia berlaku di kalangan umat Islam. Selain dilakukan dengan pelacur atau perempuan simpanan, hubungan dilarang agama itu berlaku antara abang ipar dan adik ipar, anak tiri bersama ibu atau bapa tiri, begitu juga adik beradik.
Memandangkan perbuatan zina tersangat keji lagi terkutuk, maka Allah memerintahkan kepada kerajaan Islam supaya mereka yang melakukannya hendaklah dihukum dengan seratus sebatan.
Firman Allah yang bermaksud: "Perempuan dan lelaki yang berzina, hendaklah kedua-duanya dipukul masing-masing seratus pukulan. Janganlah sayang terhadap keduanya dalam menjalankan agama (undang-undang) Allah, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Hendaklah hadir ketika hukuman dijalankan keduanya satu golongan daripada orang beriman." (Surah An-Nur, ayat 2)
Di dunia ini saja sudah begitu hebat deraan yang akan diterima orang yang berzina itu, apatah lagi hukuman, kutukan dan balasan Allah di akhirat kelak. Gambaran hukuman itu sudah diperlihatkan kepada Nabi SAW sewaktu Israk dan Mikraj.
Pada masa Israk dan Mikraj, Nabi SAW melihat beberapa manusia yang terdiri daripada lelaki dan perempuan, di hadapan mereka terletak dua bekas berisi daging. Satu bekas berisi daging sudah dimasak lagi bersih dan satu bekas lagi berisi daging busuk lagi berulat.
Bagi manusia itu dengan pantas terus mengambil lalu memakan daging yang busuk lagi berulat dengan sedikit pun tidak berasa geli dan kotor. Sebaliknya daging bersih itu langsung tidak disentuhnya.
Inilah gambaran kepada mereka yang sudah mempunyai isteri atau suami yang halal, tetapi masih suka melakukan persetubuhan haram dengan pelacur, perempuan atau lelaki bukan muhrimnya.
Nabi SAW juga diperlihatkan dengan satu kumpulan manusia terdiri daripada lelaki dan perempuan yang sangat hebat penyeksaan dan keazaban ditimpakan Tuhan terhadapnya. Mereka ini digantung dengan rantai api neraka pada buah dadanya.
Sedangkan pada farajnya keluar nanah dan darah yang sangat busuk sehingga isi (penghuni) neraka sendiri mengeluh dan mengharapkan mereka ini dipindahkan (dijauhkan) daripadanya. Demikianlah balasan bagi mereka yang ketika hidupnya menjadi pelacur dan berzina.
Nabi SAW juga menerangkan bagaimana dahsyatnya seksaan bagi orang melakukan zina dengan sabdanya yang bermaksud: "Jauhilah kamu akan zina kerana kecelakaan empat macam: hilang cahaya pada mukanya, disempitkan rezekinya, kemurkaan Allah atasnya dan menyebabkan kecelakaan di dalam neraka." (Hadis riwayat At-Thabarani)
Pada akhirat kelak, Tuhan sangat murka ke atas orang ini dan mereka akan diseret ke neraka dengan rantai. Sesungguhnya hadis di atas menggambarkan betapa ngeri dan azabnya seksaan yang akan diterima orang melakukan perbuatan durjana itu.
Oleh itu, wajiblah kita menjauhi dan elakkan daripada melakukan perbuatan yang tidak disukai lagi terkutuk ini. Sama-samalah kita menjauhi sebab musabab atau punca perbuatan zina antaranya pergaulan bebas.
Pergaulan tidak mempunyai batasan atau sempadan antara pemuda dan pemudi serta antara lelaki dan perempuan, sesungguhnya sangat berbahaya.
Sabda Nabi SAW yang bermaksud: "Jauhilah oleh kamu bersunyi-sunyi dengan perempuan. Demi Allah tidak bersunyi dari seorang lelaki dengan seorang perempuan melainkan masuklah syaitan di antara keduanya. Dan bahawa bersentuhan seorang lelaki akan bayi yang berkubang dengan tanah lumpur lebih baik baginya daripada bersentuh bahu dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya." (Hadis riwayat At-Thabarani)
Begitulah kuatnya larangan mengenai pergaulan bebas antara pemuda dan pemudi atau lelaki dan perempuan, sedangkan maksiat itu sedang menjadi-jadi di setengah-tengah tempat sama ada di kampung-kampung serta bandar.
Menyedari hakikat azab dan seksanya orang melakukan perbuatan zina, maka wajib bagi setiap orang Muslim menjauhinya. Bagi ibu bapa, mereka hendaklah memberikan didikan keagamaan secukupnya kepada anak dan keluarga.
Namun yang menyedihkan, ada antara mereka yang terbabit dalam perlakuan itu, apabila tegur atau dinasihati bukan saja tidak mengendahkan, bahkan mereka menempelak dan mengatakan yang memberi nasihat atau teguran itu sudah ketinggalan zaman.
Sememangnya hebat dan dahsyat benar pembalasan kepada orang yang melakukan perbuatan zina ini sehingga Allah pernah menerangkan bagaimana penyeksaan yang akan diterima oleh anggota tubuh pada hari akhirat kelak.
Firman Allah yang bermaksud: "Pada hari ini akan dikuncikan mulut mereka dan akan berbicara serta bersaksilah tangan mereka (kira-kira katanya: Akulah yang memegang perempuan itu) dan menyaksikan kaki-kaki mereka, (Katanya, akulah yang berjalan pergi ke tempat pelacuran itu), dengan apa -apa yang dilakukan masing-masing." (Surah Yasin, ayat 65)
Menyedari hakikat azab dan seksanya orang yang melakukan perbuatan zina, maka wajiblah bagi setiap orang Muslim menjauhinya. Bagi ibu bapa, mereka hendaklah memberikan didikan keagamaan secukupnya kepada anak dan keluarga.
Dapatkan senaskah buku Malam Pertama Di Alam Kubur Secara PERCUMA. Sila klik untuk informasi lanjut
Assalamualaikum wbt. Alhamdulillah kerana sudi membaca artikel diatas. Sila lawati ke halaman utama untuk membaca lebih 1642 artikel yang terdapat disini. Jangan lupa berkongsi artikel diatas bersama anggota keluarga, saudara mara dan rakan taulan anda. Jika anda ingin memberi pendapat atau teguran, sila email kami di admin[at]mukmin.com.my, Insyallah kami berlapang dada untuk membacanya. Semoga kita dapat ambil manafaat bersama dengan Portal Mukmin ini. Insyallah.
Kembali Ke Halaman Utama | Papar Semua Tajuk Dibawah Kategori Yang Sama | Berkongsi Artikel Dengan Rakan Lain | Sertai Facebook Mukmin Portal
ZINA
Di antara tujuan syariat adalah menjaga kehormatan dan keturunan. Karena itu syariat Islam mengharamkan zina. Allah berfirman, "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Al-Isra': 32)
Bahkan syari'at menutup segala pintu dan sarana yang mengundang perbuatan zina, yakni dengan mewajibkan hijab, menundukkan pandangan, juga dengan melarang khalwat (berduaan di tempat yang sepi) dengan lawan jenis yang bukan mahram dan sebagainya.
Pezina muhshan (yang telah beristeri) dihukum dengan hukuman yang paling berat dan menghinakan, yaitu dengan merajam (melempari)nya dengan batu hingga mati. Hukuman itu ditimpakan agar ia merasakan akibat dari perbuatannya yang keji, juga agar setiap anggota tubuhnya kesakitan, sebagaimana seluruh tubuhnya telah menikmati yang haram.
Adapun pezina yang belum pernah melakukan senggama melalui nikah yang sah, maka ia dicambuk sebanyak seratus kali. Suatu bilangan yang paling banyak dalam hukuman cambuk yang dikenal dalam Islam. Hukuman itu harus disaksikan oleh sekelompok kaum mukminin. Suatu bukti betapa hukuman itu amat dihinakan dan dipermalukan. Tidak hanya itu, pezina tersebut selanjutnya harus dibuang dan diasingkan dari tempat ia melakukan perzinaan, selama satu tahun penuh.
Adapun siksaan para pezina -baik laki-laki maupun perempuan- di alam barzakh adalah ditempatkan di dapur api yang atasnya sempit dan bawahnya luas. Dari bawah tempat tersebut, api dinyalakan. Sedang mereka berada di dalamnya dalam keadaan telanjang. Jika api dinyalakan, maka mereka berteriak, melolong-lolong dan memanjat ke atas hingga hampir-hampir saja mereka bisa keluar. Tapi bila api dipadamkan, mereka kembali lagi ke tempatnya semula (di bawah), lalu api kembali dinyalakan. Demikian terus berlangsung hingga datangnya Hari Kiamat.
Keadaannya akan lebih buruk lagi jika laki-laki tersebut sudah tua tapi masih terus berbuat zina, padahal kematian hampir menjemputnya, tetapi Allah masih memberinya tenggang waktu.
Dalam hadits marfu' dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu disebutkan,
"Tiga (jenis manusia) yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada Hari Kiamat, juga Allah tidak akan menyucikan mereka dan tidak pula memandang kepada mereka, sedang bagi mereka siksa yang pedih, yaitu: Laki-laki tua yang suka berzina, seorang raja pendusta dan orang miskin yang sombong." (Hadits riwayat Muslim, 1/102-103.)
Di antara cara mendapatkan rezeki yang terburuk adalah mahrul baghyi. Yaitu upah yang diberikan kepada wanita pezina oleh laki-laki yang menzinainya.
Pezina yang mencari rezeki dengan menjajakan kemaluannya tidak diterima do'anya. Bahkan meski do'a itu dipanjatkan di tengah malam, saat pintu-pintu langit dibuka. (Hadits masalah ini terdapat dalam Shahihul Jami' , no. 2971.)
Kebutuhan dan kemiskinan bukanlah suatu alasan yang dibenarkan syara' sehingga seseorang boleh melanggar ketentuan dan hukum-hukum Allah. Orang Arab dahulu berkata,
"Seorang wanita merdeka kelaparan tetapi tidak makan dengan menjajakan kedua buah dadanya, bagaimana mungkin dengan menjajakan kemaluannya?"
Di zaman kita sekarang, segala pintu kemaksiatan dibuka lebar-lebar. Syetan mempermudah jalan (menuju kemaksiatan) dengan tipu dayanya dan tipu daya pengikutnya. Para tukang maksiat dan ahli kemungkaran membeo syetan. Maka, bertebaranlah para wanita yang pamer aurat dan keluar rumah tanpa mengenakan pakaian yang diperintahkan agama. Tatapan yang berlebihan dan pandangan yang diharamkan menjadi fenomena umum. Pergaulan bebas antara laki-laki dengan perempuan merajalela. Rumah-rumah mesum semakin laku.
Demikian pula dengan film-film yang membangkitkan nafsu hewani. Banyak orang melancong ke negeri-negeri yang menjanjikan kebebasan maksiat. Di sana-sini berdiri bursa sex. Pemerkosaan merajalela di mana-mana. Jumlah anak haram semakin meningkat tajam. Demikian pula halnya dengan kegiatan aborsi (pengguguran kandungan) akibat kumpul kebo dan sebagainya.
Ya Allah, kami mohon rahmat dan belas kasihMu, perlindungan dan pemeliharaan dari sisi-Mu yang dengannya Engkau melindungi kami dari perbuatan keji dan mungkar. Ya Allah, kami mohon pada-Mu, bersihkanlah segenap hati kami dan pelihara serta bentengilah kemaluan dan kehormatan kami. Jadikanlah dinding pembatas antara kami dengan hal-hal yang diharamkan.
(Dari kitab "Muharramat Istahana Bihan Naas" karya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid / alsofwah)
Bahkan syari'at menutup segala pintu dan sarana yang mengundang perbuatan zina, yakni dengan mewajibkan hijab, menundukkan pandangan, juga dengan melarang khalwat (berduaan di tempat yang sepi) dengan lawan jenis yang bukan mahram dan sebagainya.
Pezina muhshan (yang telah beristeri) dihukum dengan hukuman yang paling berat dan menghinakan, yaitu dengan merajam (melempari)nya dengan batu hingga mati. Hukuman itu ditimpakan agar ia merasakan akibat dari perbuatannya yang keji, juga agar setiap anggota tubuhnya kesakitan, sebagaimana seluruh tubuhnya telah menikmati yang haram.
Adapun pezina yang belum pernah melakukan senggama melalui nikah yang sah, maka ia dicambuk sebanyak seratus kali. Suatu bilangan yang paling banyak dalam hukuman cambuk yang dikenal dalam Islam. Hukuman itu harus disaksikan oleh sekelompok kaum mukminin. Suatu bukti betapa hukuman itu amat dihinakan dan dipermalukan. Tidak hanya itu, pezina tersebut selanjutnya harus dibuang dan diasingkan dari tempat ia melakukan perzinaan, selama satu tahun penuh.
Adapun siksaan para pezina -baik laki-laki maupun perempuan- di alam barzakh adalah ditempatkan di dapur api yang atasnya sempit dan bawahnya luas. Dari bawah tempat tersebut, api dinyalakan. Sedang mereka berada di dalamnya dalam keadaan telanjang. Jika api dinyalakan, maka mereka berteriak, melolong-lolong dan memanjat ke atas hingga hampir-hampir saja mereka bisa keluar. Tapi bila api dipadamkan, mereka kembali lagi ke tempatnya semula (di bawah), lalu api kembali dinyalakan. Demikian terus berlangsung hingga datangnya Hari Kiamat.
Keadaannya akan lebih buruk lagi jika laki-laki tersebut sudah tua tapi masih terus berbuat zina, padahal kematian hampir menjemputnya, tetapi Allah masih memberinya tenggang waktu.
Dalam hadits marfu' dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu disebutkan,
"Tiga (jenis manusia) yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada Hari Kiamat, juga Allah tidak akan menyucikan mereka dan tidak pula memandang kepada mereka, sedang bagi mereka siksa yang pedih, yaitu: Laki-laki tua yang suka berzina, seorang raja pendusta dan orang miskin yang sombong." (Hadits riwayat Muslim, 1/102-103.)
Di antara cara mendapatkan rezeki yang terburuk adalah mahrul baghyi. Yaitu upah yang diberikan kepada wanita pezina oleh laki-laki yang menzinainya.
Pezina yang mencari rezeki dengan menjajakan kemaluannya tidak diterima do'anya. Bahkan meski do'a itu dipanjatkan di tengah malam, saat pintu-pintu langit dibuka. (Hadits masalah ini terdapat dalam Shahihul Jami' , no. 2971.)
Kebutuhan dan kemiskinan bukanlah suatu alasan yang dibenarkan syara' sehingga seseorang boleh melanggar ketentuan dan hukum-hukum Allah. Orang Arab dahulu berkata,
"Seorang wanita merdeka kelaparan tetapi tidak makan dengan menjajakan kedua buah dadanya, bagaimana mungkin dengan menjajakan kemaluannya?"
Di zaman kita sekarang, segala pintu kemaksiatan dibuka lebar-lebar. Syetan mempermudah jalan (menuju kemaksiatan) dengan tipu dayanya dan tipu daya pengikutnya. Para tukang maksiat dan ahli kemungkaran membeo syetan. Maka, bertebaranlah para wanita yang pamer aurat dan keluar rumah tanpa mengenakan pakaian yang diperintahkan agama. Tatapan yang berlebihan dan pandangan yang diharamkan menjadi fenomena umum. Pergaulan bebas antara laki-laki dengan perempuan merajalela. Rumah-rumah mesum semakin laku.
Demikian pula dengan film-film yang membangkitkan nafsu hewani. Banyak orang melancong ke negeri-negeri yang menjanjikan kebebasan maksiat. Di sana-sini berdiri bursa sex. Pemerkosaan merajalela di mana-mana. Jumlah anak haram semakin meningkat tajam. Demikian pula halnya dengan kegiatan aborsi (pengguguran kandungan) akibat kumpul kebo dan sebagainya.
Ya Allah, kami mohon rahmat dan belas kasihMu, perlindungan dan pemeliharaan dari sisi-Mu yang dengannya Engkau melindungi kami dari perbuatan keji dan mungkar. Ya Allah, kami mohon pada-Mu, bersihkanlah segenap hati kami dan pelihara serta bentengilah kemaluan dan kehormatan kami. Jadikanlah dinding pembatas antara kami dengan hal-hal yang diharamkan.
(Dari kitab "Muharramat Istahana Bihan Naas" karya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid / alsofwah)
Subscribe to:
Posts (Atom)